Inspired by... 3



Pernah melakukan kesalahan dan menyesal..


***
Pernahkah kita merasa bahwa kita melakukan kesalahan yang benar-benar fatal?
Menyadari apa yang telah kita perbuat,
Menyadari bagaimana hasilnya,
Menyadari apakah itu sesuai dengan hati nurani kita,

Dan terkadang kita salah mengapresiasikan keadaan saat itu.

Terkadang malah menyalahkan diri sendiri,
Menyesali apa yang sudah terjadi,
Berdiam diri kehilangan asa,
Menyambut hari baru dengan rasa sesak di dada dan air mata yang enggan pergi dari ekor mata.

Sampai pada akhirnya semua hal itu berakhir ketika kita mencoba menanyai diri kita sendiri.

“apakah dengan semua ini, maka hasilnya akan baik kembali?
Apakah dengan semua ini, ada yang berubah?”

Terkadang kita terlalu naïf untuk mendengarkan suara hati kita sendiri. Mencoba mengabaikannya, namun masih saja membekaskannya di dalam benak. Ah…. Sama saja kan?
“Lantas bagaimana?”

***

Kesalahan. Penyesalan. 

Seperti sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari sifat manusia. Sangatlah wajar bila “salah” pernah melekat di dalam diri kita. Begitupun juga dengan rasa penyesalan. Kita pasti pernah merasakannya. Tanpa dijelaskanpun kita masing-masing masih mengingat rasa penyesalan terbesar dari masalah ataupun kesalahan yang telah diperbuat.
Rasanya… tanpa merasakan penyesalan dan melakukan kesalahan, seseorang belum bisa benar-benar belajar…” ujar seorang perempuan kepada temannya.
“Ya! Tidak perlu diragukan lagi. Kesalahan dan rasa penyesalan itulah yang mampu membuat seseorang belajar. Belajar dari apa yang telah ia lakukan. Belajar di dalam kisah lembaran kehidupan yang ia tulis sendiri. Belajar menghargai waktu. Belajar menghadapi sesuatu. Belajar dari rasa salah. Ya itulah…. Dengan melakukan kesalahan, kita menjadi sadar tentang bagaimana melakukan sesuatu yang “benar” dan baik. Kita dapat mengetahui batasan suatu hal disebut salah ataukah benar. Kita harus melakukan kesalahan terlebih dahulu untuk bisa merasakannya. Penyesalanpun seperti itu. Dengan adanya rasa penyesalan, kita menjadi mengerti betapa membutuhkan kerja keras dan perjuangan besar untuk mendapatkan hal yang memuaskan dan membanggakan tanpa meninggalkan rasa sesal di kemudian hari…”
“apa itu berarti kita harus melakukan kesalahan disetiap hal? Agar kita bisa merasakan rasa penyesalan dan mulai belajar dari keadaan tersebut?”
“nah… terkadang pun kita terlalu cepat mengambil keputusan dan memutuskan sesuatu tanpa lebih mengenal ataupun mendalaminya terlebih dahulu. Bila kamu bertanya seperti itu… berarti kamu belum mengerti tentang arti kesalahan dan penyesalan. Pernah melakukan kesalahan, yang dimaksud adalah, bila kamu pernah melakukannya… tapi, bila kita sudah mengetahui bagaimana caranya menjadi benar tanpa melakukan salah terlebih dahulu, maka lakukanlah segala sesuatu tanpa melalui fase “salah”.
“apakah setelah mempelajari pelajaran kehidupan, kita harus melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan dan melanjutkan kehidupan yang baru?”
“dilupakan? Kamu yakin? Kamu yakin bisa melakukannya? Pengalaman yang berbicara. Kesalahan-kesalahan fatal yang pernah kita lakukan, setidaknya bila kita berusaha untuk melupakannya, akan ada bagian-bagian tertentu yang masih akan terus bisa diingat. Walaupun bagian tersebut adalah bagian yang kecil. Apalagi yang paling ingin kita buang. Semakin kuat keinginan kita untuk melupakan bagian itu, maka hukum alam yang berbicara. Yaitu bagian tersebutlah yang akan paling kita ingat. Kesalahan. Adalah sebuah tindakan yang pernah dilakukan di waktu yang lalu. Kesalahan adalah masa lalu. Kita dak akan pernah bisa melupakan masalalu. Anggap saja kesalahan di masalalu adalah sepasang spion ketika kita berkendara maju..”
“spion?”
“adanya spion di samping kendaraan kita, bukankah itu sangat membantu? Kita bergerak maju dengan roda kehidupan yang dianalogkan dengan roda kendaraan tersebut, dan kita membuatuhkan spion untuk mengetahui jarak-jarak atau posisi kita ketika berkendara. Sama halnya dengan kesalahan di dalam masalalu. Jadikanlah kesalahan itu sebagai tolak ukur, apa yang akan kita lakukan di waktu yang akan datang. Menjadikan masalalu menjadi pengalaman untuk perjalanan kehidupan yang lebih baik. Dan menjadikannya sebagai kenangan yang dapat membuat diri kita menjadi pribadi yang mudah memaafkan dan mudah untuk mengakui kesalahan. Sehingga, rasa syukur yang tercipta dari hal tersebut akan membuat kehidupan terasa lebih nyaman dan damai.”

***

Jangan pernah melupakan masalalu. Masalalu adalah bagian dari kehidupan kita. Jadikan masalalu sebagai batu loncatan kehidupan yang lebih baik. Jadikan kesalahan sebagai tempat untuk mengenal apa itu kebenaran. Dan jadikan rasa penyesalan sebagai rasa pemacu untuk dapat menghargai sebuah kesuksesan….

Inspired by: R.L.P


Komentar