Nilai-nilai Kehidupan


Hiduplah sebuah keluarga yg dikaruniai 2 org anak. Namun, seorang anak sulungnya (sekitar 7th) mempunyai sebuah kelainan. Kelainan itu adalah cacat mental. Sebenarnya tidak ada yg memasalahkan kekurangan anak ini, tapi karna lama kelamaan kesabaran sang ibu mencapai puncaknya, maka anak itu seperti dianak tirikan. Bahkan mungkin bisa jadi tidak dianggap. Ia kerap dikunci di kamar mandi karna melakukan sebuah permasalahan yg sepele dan wajar untuk anak seusianya. Sehingga ia tidak pernah merasakan cinta kasih yg tulus dr sang ibu. Namun, ia berusaha untuk tetap bahagia meskipun ibunya lebih memilih dan menyayangi adiknya yg normal. (disini ayahnya tidak terlalu banyak berperan)

Hingga pada suatu pagi yg cerah, keluarga ini akan pergi. Ya mungkin pergi untuk berpiknik. Tapi sang ibu yg tidak mau malu karna anaknya yg cacat itu pun mencari cara agar ia tidak bisa ikut piknik. Ibunya berkata, ''Nak, karna mobilnya sudah penuh kamu tunggu disini dulu ya. Nanti ibu jemput kamu lagi''.

Dengan patuhnya ia menuruti kata-kata ibunya serta selalu berpikir positif bahwa ibunya akan menepati janjinya tadi. Padahal, di dalam lubuk hati sang ibu, itu adalah sebuah omong kosong untuk mengelabuinya. Sehari semalaman anak itu tetap menunggu. Menunggu ditempat yg sama. Di halaman dimana ibunya berjanji dan menyuruhnya untuk tetap menunggu. Panas, hujan tak dihiraukannya. Yg ia tahu hanyalah ibunya pasti akan datang untuk menjemputnya. Berulangkali pembantu keluarga tersebut mencoba membujuknya untuk masuk ke dalam rumah karna hari memang sudah gelap tidak memungkinkan untuk seorang anak kecil yg dalam keadaan basah kuyup ditengah hilirmudiknya angin malam. Namun, ia tetap bersikukuh untuk menunggu ibunya pulang.

Dan... Pada batas kekuatannya, ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Dengan bergegas pembantunya datang untuk membopongnya. Dimana saat itu juga ibunya pulang dan melihat ia pingsan di depan matanya. Ibunya sangat terkejut melihatnya yg masih patuh untuk menunggu sampai ibunya kembali. Ibunya menyesal dan mencoba menggerak-gerakkan badannya, berharap ia akan bangun.
Tak berapa lama kemudian, ia pun terbangun dari pingsannya. Apakah kalian bisa menebak ucapan apa yg akan ia lontarkan? Ternyata... Ia berkata, ''ibu sudah pulang? Ibu mau menjemput aku ya?''. Itulah kalimat terakhir yg diucapkannya dengan senyuman yg begitu tulus tanpa tercampur dengan rasa amarah ataupun dendam pada sang ibu sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan sang ibu. Dan berpulang pada Tuhan lah anak itu. Sementara itu, sang ibu hanya bisa menyesali apa yg sudah dilakukannya pada anak yg tak berdosa itu.
Karena sesungguhnya....
''setiap anak yg lahir, akan memberikan dan menambah tingkat kesabaran ibundanya''
maka....
Jangan pernah lelah untuk bersabar. Karena semua akan terasa bermakna apabila sesuatu itu sudah pergi dan tak kan kembali lagi.

mungkin cerita ini tidak menyentuh dan tidak mempunyai arti untuk kalian, tapi... ingatlah.... kisah ini adalah fenomena di negri kita. fenomena kecil yang akhirnya bisa dipermasalahkan menjadi besar. semoga dengan kisah ini, kita bisa mengambil sedikit dari nilai-nilai kehidupan yang ada :)

Komentar